Apel Gelar Pasukan Pengamanan Operasi Lilin Siwalima 2020 Digelar di Polres Buru

  • Whatsapp
banner 468x60

(Namlea) Polres Buru menggelar apel kesiapan pasukan pengamanan Operasi Lilin Siwalima Tahun 2020 di Lapangan Apel Polres Buru, Senin (21/12/2020).

Gelar pasukan untuk pengamanan perayaan Natal, 25 Desember dan Tahun Baru, 1 Januari 2021 ini dipimpin langsung oleh Asisten 1 Pemkab Ir. Masri Bugis, yang dihadiri Kapolres Buru AKBP. Egia Febri Kusumawiatmaja, S.I.K M.I.K. Dandim 1506/Nla Letkol Arh Agus Guwandi, S.A.P., M.Tr Han. Wakapolres  Buru Kompol Bahcri Hehanussa SE, M.SI.

Turut hadir Para Kabag, Kasat dan Perwira Polres Buru, Dangki Kabaresi 731 Namlea, Pasi Ops, Dan Sub Den Pom, Kadis Perhubungan, Kepala Pelaksana BNPB, Kepala Pos Sar Namlea, Kasat Pol PP, KPLP Pelabuhan Namlea, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Sekretarais MUI Kab. Buru.

Apel gelar pasukan gabungan ini terdiri dari Pers Sat Sabhara Polres Buru, Pers Sat Sabhara Polres Buru, Pers Sat Lantas Polres Buru, Pers Gabungan Staf Polres  Buru, Pers Kodim1506 Namlea, Pers Kabaresi 731 Namlea, Pers Kompi 3 Yon A Pelopor, Pers Satpol-PP Namlea, Pers Damkar Kab. Buru, Pers Sar Namlea, Pers Dinas Perhubungan Kab. Buru dan Pers BNPB Kab. Buru

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 1 sebagai inspektur apel, mengajak seluruh personil yang terlibat dalam apel gelar operasi lilin untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala yang diberikan.

Apel gelar pasukan, baca Asisten 1, merupakan sarana untuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel pengamanan Natal dan Tahun Baru. Baik pengecekan personil maupun peralatan yang digunakan dalam operasi nanti.

“Olehnya itu polri menyelenggarakan operasi lilin selama 14 hari, mengedepankan preentif dan preventif dengan penegakan hukum yang tegas dalam rangka mencegah ancaman kejahatan dan penyebaran covid-19. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman dan damai,” katanya.

Operasi lilin kali ini, sebanyak 83.917 personil Polri yang dilibatkan, TNI 15.842 dan instansi terkait sebanyak 55.086. Ratusan ribu personel gabungan ini dipusatkan pada tempat ibadah, tempat keramaian, pintu masuk bandara dan pelabuhan dengan sistim pengamanan yang ketat.

Melalui mapping dan analisa yang telah dilaksanakan pada beberapa waktu lalu, diprediksi akan ada ancaman yang harus diantisipasi. Di antaranya ancaman teroris, sabotase, kriminal umum, tauran antar warga masyarakat, kecelakaan transportasi serta bencana alam.

“Olehnya itu disampaikan kepada para kasatwil agar harus mampu mengambil keputusan yang bijak dan efektif dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi,” pintanya.

Diakhir amanatnya, Kapolri menyampaikan beberapa penekanan. Yaitu setiap personel untuk menyiapkan mental, fisik, dan kesehatan sebelum melaksanakan operasi. Lakukan deteksi dini sebagai langkah antisipasi sedini mungkin terhadap ancaman yang ada. Tingkatkan kepekaan dan kewaspadaan terhadap terjadinya aksi teror dan kriminalitas saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kapolri juga meminta melaksanakan pengamanan dengan profesional dan humanis di lapangan serta melakukan body sistem. Bertindaklah tegas namun humanis dalam penanganan permasalahan di lapangan.

“Jalin soliditas dengan segala pihak serta jaga selalu diri dan keluarga kita dengan menerapkan pola hidup sehat. Sehingga kita dan keluarga terhindar dari covid-19,” harapnya.

Kapolri berharap, pengabdian tugas yang dilaksanakan ini menjadi amal ibadah. Apapun yang diperbuat walau kecil, akan menjadi cerita untuk anak cucu kita nanti.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kita kekuatan dan kesehatan sehingga kita semua dapat memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara,” tandasnya.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *